Senin, 24 November 2008

MASAKAN DAN MINUMAN TRADISIONAL

PEMBUATAN KERIPIK JAGUNG
Bahan :

Jagung

kapur sirih

minyak goreng

bumbu-bumbu

Alat :

Panci

penggiling jagung basah

pembuat lembaran adonan

pengering

wajan

Cara :

1.50 gr kapur sirih di tambah 10 lt air,diaduk sampai larut

2.Ditambah 50 gr garam ,1 sendok minyak goreng(untuk mencegah terbentuknya busa yang berlebihan pada saat perebusan jagung

3.Biji jagung direbus dalam larutan kapur 2 – 2.5 jam (1 kg jagung dalam 10 lt larutan kapur)

4. Dibiarkan terendam 16-24 jam (aduk beberapa kali)

5. Ditiriskan dan dicuci 5-7x dengan air bersih untuk menghilangkan sisa kapur

6. Ditiriskan

7. Ditambah bawang putih dan merica halus

8. Digiling

9. Adonan dibentuk lembaran tipis

10. Dipotong persegi 1-3 cm

11. Dikeringkan

12. Di goreng 10-15 detik


KERIPIK PEPAYA
Bahan :

Buah pepaya(matang tapi masih keras,manis,bila digores tidak banyak getah)

Alat :

Pisau

Telenan

Kompor

wajan

Cara :

1. Pepaya dikupas,dibelah,dibuang bijinya

2. Cuci bersih

3. Diiris tipis

4. Dicelup ke air panas kira-kira 3 menit sambil diaduk pelan ( 1 kg buah dalam 2 lt air panas) untuk mematikan enzim penyebab pencoklatan,mengurangi kandungan mikroba pada bahan dan untuk melayukan

5. Ditiriskan sampai kering (mudah dipatahkan)

6. Digoreng

PEMBUATAN MINUMAN INSTAN KENCUR SUNTHI - RESEP
Kencur sunthi merupakan rempah yang mempunyai khasiat memperlancar peredaran darah dalam tubuh dan membuat badan jadi hangat. Secara umum kencur berkhasiat untuk obat mual, kembung.batuk dan serak.

Minuman ini banyak dipasarkan dalam bentuk jamu cair sehingga daya simpannya menjadi terbatas. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan membuat kencur sunthi dalam bentuk instan yang dapat disimpan dalam jangka waktu lebih lama.

BAHAN

Kencur sunthi 4 – 5 ons

Gula 1 kg (menurut selera)

air 4 gelas

sedikit kayu manis

CARA PEMBUATAN

Kencur sunthi direndam air selama 4 jam untuk menghilangkan tanah yang merekat kemudian dicuci bersih

Kencur sunthi dihaluiskan dan diperas dan disaring dengan air sebanyak 4 gelas, lalu diendapkan.

Sari tanpa endapan ditambah gula dan sedikit kayu manis dimasukkan wajan kemudian dipanaskan dengan api sedang sambil terus diaduk sampai diperoleh bentuk kristal.

Kristal yang diperoleh diayak dan siap dikemas.


KERIPIK DAUN SINGKONG - RESEP

Bahan pokok;

Daun singkong

Garam

2 buah bawang putih

1 bungkus kaldu ayam

Minyak goreng

Tepung bumbu


Cara membuat;

Daun singkong di cuci hingga bersih.

Bawang putih dan garam secukupnya dihaluskan.

Tepung bumbu diberi air secukupnya.

Kemudian ditambah kaldu ayam/masako.

Daun singkong dimasukkan kedalam campuran tepung kemudian di goreng.


KERUPUK TAHU - RESEP


Bahan :

1000 gram tepung kanji

1000 gram tepung terigu

2 kg tahu

8 sendok teh garam

1 sendok teh MSG ( micin )

800 mL air

2 sendok teh bleng

Cara Membuat :

1. Campur tepung kanji , tepung terigu , dan tahu yang sudah dihaluskan lalu aduk sampai rata.

2. Tambahkan garam , bawang putih , dan micin lalu aduk rata.

3. Aduk air dan bleng sampai bleng larut.Masukkan ke adonan kemudian aduk rata.

4. Masukkan adonan ke dalam loyang persegi yang dialasi plastik atau diolesi minyak goreng.

5. Kukus selama 30 menit.Angkat lalu keluarkan dari loyang.

6. Jemur sampai setengah kering.

7. Diiris tipis lalu jemur lagi sampai kering.

8. Krupuk siap digoreng.

Tanaman Obat Keluarga

Dandang Gendis

Khasiat : obat kencing manis

Pemakaian : daun direbus, disaring dan diminum




Gondorusa

Khasiat : obat pegel linu

Pemakaian : daun dilumatkan ditambah minyak kelapa dan digosokkan pada bagian yang sakit




Ginseng Jawa

Khasiat : obat kuat

Pemakaian : akar direbus, disaring dan diminum




Jahe

Khasiat : pelega perut, obat batuk, obat rematik, penawar racun.

Pemakaian : rimpang ditumbuk dan diseduh dengan air panas, ditambah madu & diminum




Ketepeng Kebo

Khasiat : obat gatal - gatal

Pemakaian : daun dilumatkan, dibalurkan pada bagian yang gatal .




Kunyit

Khasiat : obat demam, sesak nafas & obat radang

Pemakaian : rimpang diparut,ditambah air , diperas dan diminum.




Daun Dewa

Khasiat :

a. Obat luka terpukul, datang bulan tidak teratur, pembengkakan payudara, batuk.

Pemakaian : daun dicuci kemudian direbus & diminum

Obat digigit ular berbisa atau binatang buas.

Pemakaian : umbi dilumatkan, ditempelkan ditempat yang terluka (ditambah kunyit)

Obat muntah darah, pendarahan rahim

Pemakaian : daun dewa, kunyit & secang direbus dan diminum.

Obat anti kanker

Pemakaian : daunnya untuk dilalap.




Orang – oring

Khasiat :

Obat penyubur rambut / menghitamkan.

Pemakaian : daun + batang ditumbuk untuk keramas.

Obat ambeyen / bawasir

Pemakaian : ditambah daun dilem, adas pulosari dicuci, direbus, & diminum 2x sehari

c. Obat koreng / luka lama

Pemakaian : ditambah kunyit, kamboja, brotowali ditumbuk dan dioleskan.




Bayam kucing

Khasiat : antihipertensi, anti radang mata, juga bisa menghentikan pendarahan.




Iler

Khasiat : akarnya untuk obat mencret, penawar kejang. Daunnya untuk obat wasir, batu ginjal, obat cacing (daun direbus). Daun yang masih segar sebagai obat tetes sakit telinga atau antiseptik.




Makutho Dewa

Khasiat : obat lever, kanker, jantung, kencing manis, asam urat, rematik, ginjal, tekanan darah tinggi.

Pemakaian: daging buah 3 biji makutho dewa potong kecil, rebus dalam 3 gelas air hingga 1 ½ gelas. Minum 3x sehari ½ gelas . lakukan selama 1 bulan.




Kapulaga

Khasiat : obat batuk dan obat perut kembung.

Pemakaian : buah dicuci dan direbus dengan 1 gelas air selama 15 menit. Hasil rebusan diminum sekaligus.




Sereh

Khasiat :

Obat radang lambung

Pemakaian : sereh ditambah daun lidah buaya yang dikupas kulitnya, lalu tambahkan gula batu secukupnya direbus dengan hingga tersisa 1/3 nya, saring dan airnya diminum.

Obat sakit kepala

Pemakaian : sereh dan jahe direbus dengan air hingga tersisa ½nya , saring dan airnya diminum.

Mengobati gusi yang bengkak

Pemakaian : daun dan akar sereh, kunyit, garam secukupnya direbus dengan air hingga tersisa ½ nya, saring dan airnya diminum.

d.Untuk penghangat badan

Pemakaian : sereh, jahe direbus dengan air hingga tersisa 1/2nya, saring dan airnya ditambah gula merah secukupnya lalu diminum.

e.Guna mengatasi pegal-pegal

Pemakaian : sereh segar beserta akarnya direbus dengan air secukupnya. Kemudian airnya hangat-hangat digunakan untuk mandi.




Pepaya

Khasiat : akarnya berkhasiat sebagai peluruh kencing, obat cacing, penguat lambung, perangsang kulit. Sementara bijinya berkhasiat sebagai obat cacing, peluruh haid, abortivum, peluruh kentut. Pada buah matang dapat memacu enzim pencernaan, peluruh empedu, menguatkan lambung, mengatasi sariawan. Buah mengkalnya dapat digunakan sebagai pencahar ringan, memperbaiki pencernaan, peluruh kencing, melancarkan ASI dan abortivum. Bunga pepaya berguna untuk peluruh haid, menambah nafsu makan, membersihkan darah, penyakit kuning. Daunnya berkhasiat sebagai penambah nafsu makan, peluruh haid.




Kumis Kucing

Khasiat : obat batu ginjal, memperlancar air seni, obat hipertensi, & obat encok

Pemakaian : daun direbus, disaring dan diminum.




Jeruk Nipis

Khasiat : obat batuk, penurun panas & pegel linu.

Pemakaian : buah dibelah, diperas ditambah madu dan diminum.




Lidah Buaya

Khasiat ;

Obat luka bakar, kena knalpot, penyubur rambut

Pemakaian : digosokkan

b. Obat batuk disertai sesak nafas

Pemakaian : direbus ditambah madu tawon untuk diminum.




Tempuyung

Khasiat : obat batu ginjal & peluruh air seni

Pemakaian : daun direbus, disaring dan diminum

MENGENAL VITAMIN C

Bicara vitamin C, perhatian kita biasanya langsung pada sariawan. Memang, salah satu penyakit yang sering dikaitkaitkan dengan kekurangan vitamin ini adalah sariawan. Namun, perkembangan lebih maju sudah mengarah pada fungsinya sebagai salah satu bahan antioksidan yang bisa mencegah dampak buruk ulah radikal bebas.

Beberapa buah dan sayuran mengandung banyak vitamin C. Tetapi, ada baiknya kita mengenali apa kandungan lain, serta manfaatnya bagi tubuh kita. Tips berikut ini akan sangat berguna untuk menambah pengetahuan Anda tentang manfaat kandungan buah-buahan dan sayuran.

ALPUKAT Menawarkan asam lemak yang sehat, vitamin, dan mineral seperti kalsium. Menurunkan kolesterol sementara meningkatkan karbohidrat. Baik untuk malnutrisi dan kulit yang kering.

ANGGUR Sangat baik untuk meningkatkan energi tubuh. Mereka merupakan bahan yang sangat baik untuk ginjal dan hati, dan kaya akan senyawa yang mencegah pembentukan kanker. Baik untuk serangan jantung, kejang otot, kelelahan, infeksi virus, dan mencegah pembentukan lubang pada gigi.

APEL Pektin yang terkandung dalam apel dapat melawan lemak dan menurunkan kolesterol, seratnya membantu proses pencernaan. Daging buahnya membantu melarutkan kristal asam di dalam sendi. Baik untuk artritis, konstipasi, kolesterol tinggi, gangguan hati ringan, kegemukan.

ASPARAGUS Mengandung asparagine, suatu asam amino yang merangsang ginjal untuk membuang sisa metabolisme tubuh. Juga meningkatkan sirkulasi dan membantu melepaskan deposit lemak dari dinding pembuluh darah sehingga dapat dibuang. Baik untuk jerawat, eksema, gangguan ginajl, prostat, dan penurunan berat badan.

BAYAM DAN KANGKUNG Meningkatkan kesehatan, memberikan banyak vitamin dan mineral, termasuk kalsium, zat besi, kalium, vitamin A dan C. Baik untuk menghilangkan berbagai gangguan tubuh dan merupakan sumber energi yang cepat. Baik untuk asma, bronkitis, pneumonia, kolik, anemia, kelelahan, konstipasi, absorpsi kalsium, pencernaan, & osteoporosis.

BERRY Kaya kandungan vitamin A dan C. Berry berfungsi sebagai pembersih darah dan antiinflamasi. Baik untuk infeksi kandung kemih, sendi yang kaku, nyeri tenggorokan, gangguan kulit, tekanan darah tinggi, perdarahan gusi, napas berbau, pembengkakan kelenjar getah bening, memar, flu, dan batuk.

CERRY Kaya zat besi dan magnesium, rendah kalori, dan kaya akan kalium dan vitamin C. Cherries membersihkan sistem urine, baik untuk artritis, rematisme, gangguan kulit, gout, anemia, gangguan ginjal, dan gangguan hati.

MELON Kaya vitamin A dan C, melon oranye kaya akan beta karoten. Jika dikombinasikan dengan lemon, dapat membantu menghilangkan asam urat. Baik untuk membanut menghilangkan kanker paru-paru, obesitas, penyakit crohn, gangguan lambung.

SITRUS Jeruk, lemon, dan limau adalah buah-buahan yang menghilangkan lemak, yang kaya akan vitamin C. Baik untuk batuk-pilek, hidung tersumbat, infeksi tenggorokan, melarutkan lemak, dan mengatur kolesterol.

TOMAT Kaya vitamin C dan beta karoten. Tomat mengandung lycopene, bahan pelawan kanker. Tomat rendah natrium dan kalori serta kaya akan asam nitrat dan kalium. Baik untuk nafsu makan yang rendah, gangguan hati, kelelahan, PMS, hipoglikemia, infeksi ragi, gangguan prostat, dan kegemukan.

CABAI rawit ternyata mengandung vitamin C tinggi dan betakaroten (provitamin A) mengalahkan buah-buahan populer seperti mangga, nanas, pepaya, semangka. Kadar mineralnya, terutama kalsium dan fosfornya meng-ungguli ikan segar. Demikian juga dengan cabai hijau, memiliki kandungan vitamin C cukup besar. Sedangkan paprika terutama berwarna merah memiliki kandungan vitamin C dan betakaroten lebih banyak dibandingkan yang hijau.

Para ahli gizi pun telah meneliti seberapa besar kandungan vitamin C pada setiap buah. Untuk 1 buah jeruk ukuran sedang memiliki kandungan vitamin C sebesar 66 mg, 1 cangkir jus anggur segar = 93 mg, 1/2 cangkir stroberi = 44 mg, 1 cangkir jus jeruk segar 124 mg, 1/2 blackberry = 15 mg, 1/2 pepaya ukuran sedang = 85 mg, 1/2 mangkuk brokoli mentah = 70 mg, dan 1/2 mangkuk bayam mentah = 14 mg. (Nda/berbagai sumber/V-1)

Vitamin C

Kebutuhan

RDA untuk vitamin C adalah 60 mg/hari, tapi hal ini bervariasi pada setiap individu. Stres fisik seperti luka bakar, infeksi, keracunan logam berat, rokok, penggunaan terus-menerus obat-obatan tertentu (termasuk aspirin, obat tidur) meningkatkan kebutuhan tubuh akan vitamin C. Perokok membutuhkan vitamin C sekitar 100 mg/hari

Sumber-sumber utama

Jeruk merupakan sumber utama vitamin C. Brokoli, sayuran berwarna hijau, kol (kobis), melon dan strawberi mengandung vitamin C bermutu tinggi.

Fungsi

Vitamin C mempunyai banyak fungsi. Vitamin C berperan membantu spesifik enzim dalam melakukan fungsinya. Vitamin C juga bekerja sebagai antioksidan. Perusahaan kadang–kadang menambahkan vitamin C pada produk makanannya untuk menjaga kandungan bahan tertentu. Vitamin C juga penting untuk membentuk kolagen, serat, struktur protein. Kolagen dibutuhkan untuk pembentukan tulang dan gigi dan juga untuk membentuk jaringan bekas luka. Vitamin C juga meningkatkan ketahanan tubuh terhadap infeksi dan membantu tubuh menyerap zat besi.

Gejala kekurangan

Gejala awal kekurangan vitamin C adalah pendarahan disekitar gigi dan merusak pembuluh darah di bawah kulit, menghasilkan pinpoint haemorrhages . Kekurangan banyak vitamin C berakibat pada sistem syaraf dan ketegangan otot. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan otot seperti juga rasa nyeri, gangguan syaraf dan depresi. Gejala selanjutnya adalah anemia, sering terkena infeksi, kulit kasar dan kegagalan dalam menyembuhkan luka. Ketika seseorang mengkonsumsi sejumlah besar vitamin C dalam bentuk suplemen dalam jangka panjang, tubuh menyesuaikannya dengan menghancurkan dan mengeluarkan kelebihan vitamin C dari pada biasanya. Jika konsumsi kemudian secara tiba-tiba dikurangi, tubuh tidak akan menghentikan proses ini, sehingga menyebabkan penyakit kudisan.

Keracunan

Gejala keracunan vitamin C adalah mual, kejang perut, diare, sakit kepala, kelelahan dan susah tidur. Hal ini juga dapat mengganggu tes medis, atau menyebabkan buang air kecil yang berlebihan dan membentuk batu ginjal.




FUNGSI

Vitamin C ialah antioksidan yang diperlukan oleh sekurang-kurangnya 300 fungsi metabolik dalam badan, termasuklah pertumbuhan dan penggantian tisu, fungsi kilang adrenal, dan untuk gusi yang sihat. Ia menolong dalam pengeluaran hormon anti-stress dan interferon, sejenis protin sistem imuniti yang penting , dan diperlukan juga untuk metabolisma folik asid , tairosin, dan phenylalanine. Kajian menunjukkan bahawa dengan mengambil vitamin C boleh mengurangkan gejala penyakit asma. Ia mencegah daripada kesan merbahaya pencemaran , menolong mencegah kanser, memelihara daripada jangkitan, dan meningkatkan imuniti. Vitamin C meningkatkan penyerapan zat besi. Ia boleh bercantum dengan bahan toksik seperti sesetengah logam berat, dan menjadikan mereka tidak merbahaya, oleh yang demekian bahan tersebut boleh dinyahkan daripada badan. Sedangkan racun labah hitam yang bisa boleh ditawarkan dengan memberi vitamin C dalam dos yang tinggi. Vitamin ini juga boleh mengurangkan paras "low-density lipoproteins" (LDL) atau kolestrol yang tidak baik , dan pada masa yang sama meningkatkan " high-density lipoproteins " (HDL) atau kolestrol yang baik , juga menurunkan tekanan darah tinggi dan membantu mencegah " atherosclerosis" . Ia juga sebagai keperluan dalam pembentukan collagen, vitamin C mencegah daripada pembekuan darah yang tidak normal dan lebam , boleh mengurangkan risiko katarak (cataracts), dan mencepatkan penyembuhan luka dan terbakar.



SUMBER

Oleh kerana badan kita tidak boleh menghasilkan vitamin C , ia mestilah diperolehi melalui makanan atau dalam bentuk tambahan. Agak malang, kebanyakkan vitamin C yang diperolehi daripada makanan hilang dalam air kencing. Vitamin C diperolehi daripada buah beri, buah-buahan sitrus, dan sayuran hijau. Sumber yang baik termasuk asparagus, avocado, black currants, kobis bunga, anggur, kubis, lemon, mempelam, biji sawi hijau, bawang, oreng, betik, kacang peas hijau, nenas, bayam, strawberri, tomato, dan selada air.



KEKURANGAN

Kekurangan vitamin C boleh menyebabkan :







Vitamin C (asam askorbat) penting untuk tubuh manusia. Karena sifatnya larut dalam air, vitamin C banyak terlibat membantu metabolisme energi. Vitamin ini tidak disimpan di dalam tubuh, tetapi dikeluarkan melalui urin dalam jumlah kecil. Karena itulah, vitamin C perlu dikonsumsi setiap hari untuk mencegah kekurangan yang dapat mengganggu fungsi tubuh normal.

Penyakit akibat defisiensi vitamin C (scurvy), ditandai oleh anemia, gusi seperti spons, kecenderungan perdarahan kapiler di bawah kulit, serta indurasi otot tungkai dan betis. Sementara efek samping dari penggunaan dosis besar vitamin C yang umum adalah diare.

Sumber vitamin C umumnya hanya terdapat di dalam pangannabati, yaitu sayur dan buah terutama yang asam, seperti jeruk, nenas, rambutan, pepaya gandaria dan tomat. Vitamin C juga banyak terdapat di dalam sayuran daun-daun dan jenis kol. Biasanya, kelebihan vitamin C yang berasal dari makanan tidak menimbulkan gejala.

Banyak fungsinya
Vitamin C membantu beberapa sistem tubuh yang paling utama. Vitamin ini membantu sistem imun untuk melawan penyerang luar dan sel-sel tumor. Vitamin C dapat melawan bermacam virus, sehingga meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi, seperti flu, pilek dan virus lainnya. Vitamin C juga membantu sistem kardiovaskular, sistem pernapasan, sistem saraf, kulit, gigi dan tulang lebih baik. Vitamin ini memudahkan metabolisme lemak dan melindungi jaringan-jaringan dari kerusakan radikal bebas. Juga berperan memelihatan tulang yang sehat, pencegahan penyakit periodontal dan penyembuhan luka. Bahkan berperan memerangi inflamasi (peradangan).

Fungsi vitamin C banyak berkaitan dengan pembentukan kolagen, senyawa protein yang memengaruhi integritas struktur sel di semua jaringan ikat, seperti pada tulang rawan, matriks tulang, dentin gigi, membran kapiler, kulit dan tendon (urat otot). Dengan demikian, vitamin C berperan dalam penyembuhan luka, patah tulang, perdarahan di bawah kulit dan perdarahan gusi.

Dosis
Vitamin C dosis tinggi merupakan perawatan yang sungguh aman dan efektif untuk infeksi virus. Beberapa pendapat percaya, karena vitamin C larut dalam air, sehingga aman dalam dosis tinggi. Dalam dosis tinggi, vitamin C menetralisir radikal bebas, membantuu membunuh virus-virus dan menguatkan sistem imunitas tubuh.

Disarankan diet vitamin C adalah 60-90 mg per hari. Tanda dini kekurangan vitamin C dapat diketahui bila kadar vitamin C darah di bawah 0,20 mg/dl. Dosis terapi vitamin C sangat tinggi untuk pilek berat; 60.000-100.000 mg per hari. Untuk influenza (flu): 100.000-150.000 mg per hari. Untuk flu burung: 150.000-300.000 mg per hari.

Senin, 16 Juni 2008

FPI yang malang! Allah bersamamu


Oleh Abu Muhammad Waskito *)
Ahad 1 Juni 2008, terjadi insiden kekerasan oleh sebagian aktivis Front Pembela Islam (FPI) terhadap sekelompok massa yang menamakan diri sebagai Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB). TV-TV menayangkan tindakan kekerasan para aktivis FPI terhadap massa AKKBB yang sedang menggelar aksi mendukung Ahmadiyyah. Disana ada aksi pukulan, tendangan, cacian, pengrusakan fasilitas sound system, kaca mobil, dll. Pendek kata, kita semua sangat prihatin melihatnya.
Tanpa menunggu waktu lagi, SBY langsung merespon. Melalui jubir kepresidenan, Andi Malarangeng, SBY mengecam aksi anarkhis aktifis FPI di Monas. Tanggal 2 Juni SBY berbicara langsung, disiarkan TV-TV, bahwa dia menuntut ada pengusutan tuntas, dan para pelaku kekerasan ditindak secara hukum. SBY juga menekankan, “Negara kita negara hukum.” Gayung bersambut, JK berjanji akan menindak tegas pelaku kekerasan di Monas.
MUI menyayangkan terjadinya kasus kekerasan di Monas itu (Republika, 2 Juni 2008). Sementara Din Syamsuddin, Ketua Umum Muhammadiyyah, setelah pertemuan dengan SBY, dia mengecam FPI. Meskipun Din tidak menuntut FPI dibubarkan, dia mendukung langkah tersebut, jika Pemerintah ingin membubarkan FPI (www.jawapos.co.id, 2 Juni 2008). Arbi Sanit, pakar politik UI dan anggota PBHI, menuntut FPI dibubarkan karena mengancam kehidupan bersama (Republika, 3 Juni 2008). Sekjen GP Anshor, Malik Haramain, mengancam akan membubarkan FPI, kalau pemerintah tidak tegas. Di Cirebon markas FPI didatangi sekelompok pemuda dan sempat terjadi keributan kecil, hingga plang FPI dirobohkan oleh pemuda-pemuda tersebut (berita siang GlobalTV, 2 Juni 2008).
Bukan hanya kali ini FPI diancam akan dibubarkan. Sebelumnya juga bergaung desakan agar ormas Islam yang terkenal dengan aksi-aksi nahi munkar ini dibubarkan saja. Pertanyaannya, layakkah kita menghukum FPI sedemikian keras (misalnya harus sampai dibubarkan) pasca kasus kekerasan di Monas itu? Masyarakat harus berani melihat masalahnya secara jernih, tidak ikut-ikutan emosi.
Saya melihat ada beberapa poin penting yang dilupakan dalam kasus di atas, padahal semua itu seharusnya dilihat secara cermat, sehingga kita bisa mengetahui apakah FPI telah berbuat zhalim atau tidak?
Pertama, menurut Kapolres Jakarta Pusat, Komisaris Besar Heru Winarko, beliau menyesalkan massa AKKBB. Pasalnya, mereka mulanya hanya berencana berdemonstrasi di Bundaran HI, tetapi ternyata AKKBB beraksi sampai ke Monas. “Ternyata, mereka menuju Monas juga,” kata Kombes Heru Winarko (Republika, 2 Juni 2008. Artikel berjudul, “Bentrokan Akibat Pemerintah Lamban,” hal. 1).
Dari keterangan di atas, jelas AKKBB telah melanggar hukum. Mereka melampaui batas ijin aksi yang diajukan ke pihak kepolisian. Jika mereka beraksi sesuai ijin semula, bisa jadi kasus tersebut tidak perlu terjadi.
Kedua, dalam tayangan dokumentasi kasus Monas di GlobalTV siang hari, disana diperlihatkan petikan kejadian-kejadian di Monas tersebut. Pada mulanya, para pemuda FPI hanya kumpul-kumpul di salah satu lokasi Monas sambil mendengarkan orasi pimpinan aksi yang membawa TOA. Mereka kadang bertakbir dan juga membaca kalimat “Laa ilaha illa Allah”.
Artinya, mereka tidak memiliki agenda untuk menyerang siapapun. Aksi mereka pada awalnya tertib, tidak anarkhis. Mulai timbul masalah ketika AKKBB melakukan aksi dan orasi dengan sound system kuat, tidak jauh dari lokasi para aktivis FPI. Satu sisi, AKKBB mendukung Ahmadiyyah, di sisi lain mereka melakukan aksi di dekat para pemuda FPI. Anda bisa bayangkan, meneriakkan dukungan keras-keras untuk Ahmadiyyah di dekat telinga aktivis FPI. Itu bisa dianggap oleh mereka sebagai nantangin perang. Saya melihat, para pemuda FPI lebih tepat disebut terprovokasi oleh aksi massa AKKBB. Mereka tidak ada niatan sejak awal untuk berbuat kekerasan. Semula mereka beraksi dengan tertib.
Ketua MK, Jimly Asshidiqqie, berkomentar, “AKKBB harus mawas diri, menghentikan provokasi, dan kemudian jajaran NU, Muhammadiyyah, sampai ke daerah (juga harus mawas diri –pen). Begitu juga dengan FPI, tidak usah terprovokasi, ini bahaya benar.” (Republika, 3 Juni 2008).
Ketiga, kalau melihat kejadian kekerasan itu, disana terlihat dengan jelas, bahwa komando aksi FPI di Monas berusaha keras menertibkan para aktivisnya. Mereka berusaha mencegah pemukulan, tendangan, menenangkan aktivis-aktivisnya. Terlihat berkali-kali sebagian pemuda aktivis FPI mencegah tindak kekerasan itu, meskipun mereka tidak mampu mencegah secara keseluruhan.
Jika disana terjadi kasus-kasus pemukulan, tendangan, cacian, atau perusakan fasilitas, apakah lalu mata kita buta untuk melihat bahwa disana juga ada upaya-upaya mendamaikan hati para pemuda yang sudah terbakar emosinya itu? Jika tidak ada upaya mendamaikan, saya yakin akan jatuh korban sangat banyak. Minimnya korban dalam kasus tersebut, menunjukkan disana ada kontrol, meskipun tidak mampu mencegah aksi-aksi individu yang terlanjur terjadi.
Selain kita menyesalkan kasus kekerasan tersebut, kita harus jujur mengakui, bahwa para pemuda-pemuda FPI juga berusaha mencegah kekerasan itu sekuat tenaga. Semua ini harus dihargai. Pihak kepolisian sering berdalih, “Petugas polisi kan manusia juga.” Polisi bisa khilaf, melakukan kekerasan di luar kontrol komando. Begitu pula dengan kasus para pemuda FPI itu. Secara komando tidak ada instruksi kekerasan, tetapi di lapangan terjadi, karena terbakar emosi.
Keempat, jika sebagian pelaku kekerasan di Monas ditindak secara hukum, tidak berarti lembaga FPI-nya harus dibubarkan. Itu berbeda konteksnya. Tindakan kekerasan di Monas dilakukan oleh –sebut saja- oknum aktivis FPI. Pelanggaran oleh oknum, tidak bisa di-gebyah uyah untuk menghancurkan sistem sebuah organisasi. Contoh, kasus kekerasan oleh oknum polisi di Universitas Nasional (Unas) Jakarta. Ia dianggap kasus kekerasan oleh oknum polisi, sehingga tidak perlu ada tuntutan untuk membubarkan lembaga Polri.
Begitu pula, kalau ada kasus kekerasan oleh sebagian warga Muhammadiyyah –misalnya-, hal itu tidak perlu dikembangkan menjadi “bola liar” untuk membubarkan istitusi Muhammadiyyah. Kasus kekerasan oleh oknum tetap dialamatkan kepada oknum, bukan kepada institusi.
Termasuk, ketika Munarman dijadikan salah satu dari lima tersangka kasus di atas. Dia tetap disebut sebagai oknum, bukan sebagai lembaga FPI secara umum. Kasus kekerasan di Monas adalah individual case, bukan organization case. Kalau setiap kasus individu bisa menjadi dalih untuk membubarkan sebuah organisasi, maka sikap ingkar janji SBY yang katanya tidak akan menaikkan harga BBM sampai tahun 2009, bisa dijadikan dalih untuk membubarkan kabinetnya.
Kelima, ketika SBY dengan lantang mengecam anarkhisme di Monas atas nama “negara hukum”, dia telah menggunakan dalil yang benar. Tetapi seharusnya dia bersikap adil, tidak berat sebelah. Bukankah penanganan kasus Ahmadiyyah selama ini sudah mengikuti prosedur hukum? Disana ada Fatwa MUI, Fatwa Rabithah Alam Islamy, rekomendasi Depertemen Agama RI, rekomendasi Bakorpakem, bahkan rekomendasi kepala-kepala daerah tertentu. Apa semua itu tidak memenuhi syarat “negara hukum”? Mengapa SKB soal Ahmadiyyah sedemikian lambatnya? Bukankah hukum berlaku bagi FPI, juga bagi Ahmadiyyah? Ketika seluruh rekomendasi tentang kesesatan Ahmadiyyah itu dikalahkan oleh pandangan seorang Adnan Buyung Nasution, selaku anggota Watimpres, apakah hal itu juga memenuhi keadilan hukum? Apakah dalam fungsi hukum nasional, posisi Watimpres bisa mengintervensi kebijakan legal negara? Mengapa SBY tidak mengecam AKKBB yang melakukan aksi terbuka, padahal kelompok Ahmadiyyah sudah disepakati sesat oleh Ummat Islam Indonesia dan oleh institusi birokrasi di bawah Kabinet SBY?
Jadi kesan yang muncul, istilah “negara hukum” itu hanya dipakai untuk mendesak kelompok tertentu. Adapun untuk kelompok lain, konsep ketegasan hukum bisa ditafsirkan macam-macam. Seorang Adnan Buyung Nasution, dia bisa disebut pakar hukum ketika melecehkan ormas-ormas Islam dalam kasus Ahmadiyyah. Tetapi dia akan disebut sebagai “profesional hukum” ketika membela obligor BLBI, Syamsul Nursalim. Hukum akhirnya hanya sekedar “kuda tunggangan” belaka.
Keenam, kita merasa kecewa, kesal, marah, benci, mual, emosi, mengutuk, dst. ketika melihat aktivis-aktivis FPI memukuli peserta aksi AKKBB. “Nurani kita tersentuh oleh duka lara bak teriris sembilu,” begitulah kata puitisnya. Pokoknya, top tenan dalam soal empati kekerasan ini.
Tetapi pernahkan kita merasa empati dengan Ummat Islam ketika Ahmadiyyah terus-menerus menodai ajaran Islam? Pernahkah kita terketuk hati ketika ada yang mengaku Nabi setelah Rasulullah Saw., dia mendakwakan diri sebagai Al Masih, sebagai Al Mahdi, dan mengajarkan kitab At Tadzkirah sebagai kitab sucinya? Pernahkah kita marah ketika ajaran-ajaran Islam dilecehkan oleh orang-orang itu?
Kalau massa AKKBB itu merasa sakit, kecewa, marah, atau sedih, apalah artinya penderitaan mereka dibandingkan penderitaan yang menimpa Rasulullah Saw. dan para Shahabat ketika mendakwahkan Islam? Dan sekarang, ajaran Nabi yang murni dan suci itu, demikian mudahnya dilecehkan oleh kaum Ahmadiy (pengikut Ahmadiyyah). Sebagai seorang Muslim, apakah kita tidak berempati kepada penderitaan Rasulullah dan Shahabat ketika mereka berjuang dan berkorban, sehingga atas hidayah Allah saat ini kita menjadi Muslim?
Kemurnian ajaran Islam itulah yang sekarang dilecehkan oleh kaum Ahmadiyyah, pengikut Mirza Ghulam Ahmad laknatullah ‘alaih. Bukan berarti sikap keras atau anarkhis kepada mereka bisa dibenarkan, sebab bagaimanapun tindakan negara lebih baik, daripada tindakan rakyatnya sendiri. Tetapi janganlah karena empati kebablasan kepada kaum Ahmadiy membuat kita lupa penderitaan Rasulullah dan Shahabat ketika mulai mendakwahkan Islam di masa lalu.
Secara umum, tindak kekerasan tetap salah, siapapun pelakunya. Tetapi dalam menyikapi tindak tersebut kita harus melihat secara jernih dan adil. Jangan karena sentimen, atau sudah “kadung kesal” dengan FPI, lalu kita berbuat zhalim. Bukankah Allah Ta’ala tetap memerintahkan agar kita selalu berbuat adil. “Janganlah kebencian kalian kepada suatu kaum, membuat kalian berbuat
Wallahu a’lam bisshawaab.
Note: Mohon dibantu menyebarkan, dalam rangka menolong FPI menghadapi tekanan pembubaran dari berbagai pihak. Minimal, tulisan ini bisa menjadi referensi pribadi. Wahana diskusi tentang masalah terkait, silakan menulis ke: langitbiru1000@gmail.com. Syukran jazakumullah khair atas kontribusinya demi kebajikan Ummat Islam.

Minggu, 04 Mei 2008

IKRAR PELAJAR SDIT DARUL ABIDIN BEJI DEPOK


إِقْرَارُ الطَّلَبَةِ


اَلْمَدْرَسَةُ الْإِبْتِدَائِيَّةُ الْمَجْمُوْعَةُ الْإِسْلَامِيَّةُ دَارُ الْعَابِدِيْنَ

وَعَلَى طَاعَةٍ بِاللهِ وَبِرَسُوْلِهِ وَعَلَى حُبِّىْ بِالْقُرْانِ
عَهَدْتُ :
1- إِقَامَةُ الصَّلَوةِ
2- مُدَاوَمَةُ قِرَاءَةِ الْقُرْانِ
3- بِرُّ الْوَالِدَيْنِ
4- إِكْرَامُ الْأَسَاتِذَةِ
5- تَحَابُ وَتَعَافَوْ بِالْأَصْدِقَاءِ
6- طَلَبُ الْعِلْمِ فِىْ كُلِّ وَقْتٍ








STUDENT PLEDGE OF DARUL ABIDIN

In the name of Allah and Rasulullah
and my love to Al Qur’an

I swear :

1. Pray five times a day
2. Recite Al Qur’an every day
3. Give honour to my parents
4. Respect the teacher and
obey the rules
5. Love and forgive each other
6. Keep studying every times





Kamis, 24 April 2008

Hadits Arbain Imam Nanawi

1. HADITS PERTAMA

عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِيْ حَفْصٍ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى . فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ .
[رواه إماما المحدثين أبو عبد الله محمد بن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بردزبة البخاري وابو الحسين مسلم بن الحجاج بن مسلم القشيري النيسابوري في صحيحيهما اللذين هما أصح الكتب المصنفة]

Arti Hadits / ترجمة الحديث :
Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.
(Riwayat dua imam hadits, Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhori dan Abu Al Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naishaburi dan kedua kitab Shahihnya yang merupakan kitab yang paling shahih yang pernah dikarang) .

Catatan :
Hadits ini merupakan salah satu dari hadits-hadits yang menjadi inti ajaran Islam. Imam Ahmad dan Imam syafi’i berkata : Dalam hadits tentang niat ini mencakup sepertiga ilmu. Sebabnya adalah bahwa perbuatan hamba terdiri dari perbuatan hati, lisan dan anggota badan, sedangkan niat merupakan salah satu dari ketiganya. Diriwayatkan dari Imam Syafi’i bahwa dia berkata : Hadits ini mencakup tujuh puluh bab dalam fiqh. Sejumlah ulama bahkan ada yang berkata : Hadits ini merupakan sepertiga Islam.
Hadits ini ada sebabnya, yaitu: ada seseorang yang hijrah dari Mekkah ke Madinah dengan tujuan untuk dapat menikahi seorang wanita yang konon bernama : “Ummu Qais” bukan untuk mendapatkan keutamaan hijrah. Maka orang itu kemudian dikenal dengan sebutan “Muhajir Ummi Qais” (Orang yang hijrah karena Ummu Qais).

Pelajaran yang terdapat dalam Hadits / الفوائد من الحديث :
Niat merupakan syarat layak/diterima atau tidaknya amal perbuatan, dan amal ibadah tidak akan mendatangkan pahala kecuali berdasarkan niat (karena Allah ta’ala).
Waktu pelaksanaan niat dilakukan pada awal ibadah dan tempatnya di hati.
Ikhlas dan membebaskan niat semata-mata karena Allah ta’ala dituntut pada semua amal shalih dan ibadah.
Seorang mu’min akan diberi ganjaran pahala berdasarkan kadar niatnya.
Semua perbuatan yang bermanfaat dan mubah (boleh) jika diiringi niat karena mencari keridhoan Allah maka dia akan bernilai ibadah.
Yang membedakan antara ibadah dan adat (kebiasaan/rutinitas) adalah niat.
Hadits di atas menunjukkan bahwa niat merupakan bagian dari iman karena dia merupakan pekerjaan hati, dan iman menurut pemahaman Ahli Sunnah Wal Jamaah adalah membenarkan dalam hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan perbuatan.

2. HADITS KEDUA
عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضاً قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ، لاَ يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ، وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ، حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ وَقَالَ: يَا مُحَمَّد أَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِسْلاَمِ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : اْلإِسِلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكاَةَ وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً قَالَ : صَدَقْتَ، فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ، قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِيْمَانِ قَالَ : أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ. قَالَ صَدَقْتَ، قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِحْسَانِ، قَالَ: أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ . قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ السَّاعَةِ، قَالَ: مَا الْمَسْؤُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ. قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ أَمَارَاتِهَا، قَالَ أَنْ تَلِدَ اْلأَمَةُ رَبَّتَهَا وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُوْنَ فِي الْبُنْيَانِ، ثُمَّ انْطَلَقَ فَلَبِثْتُ مَلِيًّا، ثُمَّ قَالَ : يَا عُمَرَ أَتَدْرِي مَنِ السَّائِلِ ؟ قُلْتُ : اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمَ . قَالَ فَإِنَّهُ جِبْرِيْلُ أَتـَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِيْنَكُمْ .
[رواه مسلم]
Arti hadits / ترجمة الحديث :

Dari Umar radhiallahuanhu juga dia berkata : Ketika kami duduk-duduk disisi Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam suatu hari tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan berambut sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh dan tidak ada seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Hingga kemudian dia duduk dihadapan Nabi lalu menempelkan kedua lututnya kepada kepada lututnya (Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam) seraya berkata: “ Ya Muhammad, beritahukan aku tentang Islam ?”, maka bersabdalah Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam : “ Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada Ilah (Tuhan yang disembah) selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji jika mampu “, kemudian dia berkata: “ anda benar “. Kami semua heran, dia yang bertanya dia pula yang membenarkan. Kemudian dia bertanya lagi: “ Beritahukan aku tentang Iman “. Lalu beliau bersabda: “ Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk “, kemudian dia berkata: “ anda benar“. Kemudian dia berkata lagi: “ Beritahukan aku tentang ihsan “. Lalu beliau bersabda: “ Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya, jika engkau tidak melihatnya maka Dia melihat engkau” . Kemudian dia berkata: “ Beritahukan aku tentang hari kiamat (kapan kejadiannya)”. Beliau bersabda: “ Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya “. Dia berkata: “ Beritahukan aku tentang tanda-tandanya “, beliau bersabda: “ Jika seorang hamba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin dan penggembala domba, (kemudian) berlomba-lomba meninggikan bangunannya “, kemudian orang itu berlalu dan aku berdiam sebentar. Kemudian beliau (Rasulullah) bertanya: “ Tahukah engkau siapa yang bertanya ?”. aku berkata: “ Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui “. Beliau bersabda: “ Dia adalah Jibril yang datang kepada kalian (bermaksud) mengajarkan agama kalian “.
(Riwayat Muslim)

Catatan :
Hadits ini merupakan hadits yang sangat dalam maknanya, karena didalamnya terdapat pokok-pokok ajaran Islam, yaitu Iman, Islam dan Ihsan.
Hadits ini mengandung makna yang sangat agung karena berasal dari dua makhluk Allah yang terpercaya, yaitu: Amiinussamaa’ (kepercayaan makhluk di langit/Jibril) dan Amiinul Ardh (kepercayaan makhluk di bumi/ Rasulullah)

Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :
Disunnahkan untuk memperhatikan kondisi pakaian, penampilan dan kebersihan, khususnya jika menghadapi ulama, orang-orang mulia dan penguasa.
Siapa yang menghadiri majlis ilmu dan menangkap bahwa orang–orang yang hadir butuh untuk mengetahui suatu masalah dan tidak ada seorangpun yang bertanya, maka wajib baginya bertanya tentang hal tersebut meskipun dia mengetahuinya agar peserta yang hadir dapat mengambil manfaat darinya.
Jika seseorang yang ditanya tentang sesuatu maka tidak ada cela baginya untuk berkata: “Saya tidak tahu“, dan hal tersebut tidak mengurangi kedudukannya.
Kemungkinan malaikat tampil dalam wujud manusia.
Termasuk tanda hari kiamat adalah banyaknya pembangkangan terhadap kedua orang tua. Sehingga anak-anak memperlakukan kedua orang tuanya sebagaimana seorang tuan memperlakukan hambanya.
Tidak disukainya mendirikan bangunan yang tinggi dan membaguskannya sepanjang tidak ada kebutuhan.
Didalamnya terdapat dalil bahwa perkara ghaib tidak ada yang mengetahuinya selain Allah ta’ala.
Didalamnya terdapat keterangan tentang adab dan cara duduk dalam majlis ilmu.


3. HADITS KETIGA

عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله وسلم يَقُوْلُ : بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامُ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءُ الزَّكَاةِ وَحَجُّ الْبَيْتِ وَصَوْمُ رَمَضَانَ.
[رواه الترمذي ومسلم ]

Terjemah hadits / ترجمة الحديث :
Dari Abu Abdurrahman, Abdullah bin Umar bin Al-Khottob radiallahuanhuma dia berkata : Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Islam dibangun diatas lima perkara; Bersaksi bahwa tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah dan bahwa nabi Muhammad utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan haji dan puasa Ramadhan.
(Riwayat Turmuzi dan Muslim)

Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :
Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam menyamakan Islam dengan bangunan yang kokoh dan tegak diatas tiang-tiang yang mantap.
Pernyataan tentang keesaan Allah dan keberadaannya, membenarkan kenabian Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam, merupakan hal yang paling mendasar dibanding rukun-rukun yang lainnya.
Selalu menegakkan shalat dan menunaikannya secara sempurna dengan syarat rukunnya, adab-adabnya dan sunnah-sunnahnya agar dapat memberikan buahnya dalam diri seorang muslim yaitu meninggalkan perbuatan keji dan munkar karena shalat mencegah seseorang dari perbuatan keji dan munkar.
Wajib mengeluarkan zakat dari harta orang kaya yang syarat-syarat wajibnya zakat sudah ada pada mereka lalu memberikannya kepada orang-orang fakir dan yang membutuhkan.
Wajibnya menunaikan ibadah haji dan puasa (Ramadhan) bagi setiap muslim.
Adanya keterkaitan rukun Islam satu sama lain. Siapa yang mengingkarinya maka dia bukan seorang muslim berdasarkan ijma’.
Nash diatas menunjukkan bahwa rukun Islam ada lima, dan masih banyak lagi perkara lain yang penting dalam Islam yang tidak ditunjukkan dalam hadits.
Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
“ Iman itu terdapat tujuh puluh lebih cabang “
Islam adalah aqidah dan amal perbuatan. Tidak bermanfaat amal tanpa iman demikian juga tidak bermanfaat iman tanpa amal .

4. HADITS KEEMPAT

عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ الصَّادِقُ الْمَصْدُوْقُ : إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِي بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْماً نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ. فَوَ اللهِ الَّذِي لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلاَّ ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا
[رواه البخاري ومسلم]

Terjemah Hadits / ترجمة الحديث :
Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud radiallahuanhu beliau berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan : Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya seorang malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara : menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya dan kecelakaan atau kebahagiaannya. Demi Allah yang tidak ada Ilah selain-Nya, sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli surga hingga jarak antara dirinya dan surga tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah dia ke dalam neraka. sesungguhnya di antara kalian ada yang melakukan perbuatan ahli neraka hingga jarak antara dirinya dan neraka tinggal sehasta akan tetapi telah ditetapkan baginya ketentuan, dia melakukan perbuatan ahli surga maka masuklah dia ke dalam surga.
(Riwayat Bukhori dan Muslim).

Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :
1. Allah ta’ala mengetahui tentang keadaan makhluknya sebelum mereka diciptakan dan apa yang akan mereka alami, termasuk masalah kebahagiaan dan kecelakaan.
2. Tidak mungkin bagi manusia di dunia ini untuk memutuskan bahwa dirinya masuk surga atau neraka, akan tetapi amal perbutan merupakan sebab untuk memasuki keduanya.
3. Amal perbuatan dinilai di akhirnya. Maka hendaklah manusia tidak terpedaya dengan kondisinya saat ini, justru harus selalu mohon kepada Allah agar diberi keteguhan dan akhir yang baik (husnul khotimah).
4. Disunnahkan bersumpah untuk mendatangkan kemantapan sebuah perkara dalam jiwa.
5. Tenang dalam masalah rizki dan qanaah (menerima) dengan mengambil sebab-sebab serta tidak terlalu mengejar-ngejarnya dan mencurahkan hatinya karenanya.
6. Kehidupan ada di tangan Allah. Seseorang tidak akan mati kecuali dia telah menyempurnakan umurnya.
7. Sebagian ulama dan orang bijak berkata bahwa dijadikannya pertumbuhan janin manusia dalam kandungan secara berangsur-angsur adalah sebagai rasa belas kasih terhadap ibu. Karena sesungguhnya Allah mampu menciptakannya sekaligus.

5. HADITS KELIMA
عَنْ أُمِّ الْمُؤْمِنِيْنَ أُمِّ عَبْدِ اللهِ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ : قَالَ رَسُوْلُ الله صلى الله عليه وسلم : مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ. [رواه البخاري ومسلم وفي رواية لمسلم : مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ ]

Terjemah hadits / ترجمة الحديث :
Dari Ummul Mu’minin; Ummu Abdillah; Aisyah radhiallahuanha dia berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Siapa yang mengada-ada dalam urusan (agama) kami ini yang bukan (berasal) darinya), maka dia tertolak. (Riwayat Bukhori dan Muslim), dalam riwayat Muslim disebutkan: siapa yang melakukan suatu perbuatan (ibadah) yang bukan urusan (agama) kami, maka dia tertolak.

Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :
1. Setiap perbuatan ibadah yang tidak bersandar pada dalil syar’i ditolak dari pelakunya.
2. Larangan dari perbuatan bid’ah yang buruk berdasarkan syari’at.
3. Islam adalah agama yang berdasarkan ittiba’ (mengikuti berdasarkan dalil) bukan ibtida’ (mengada-adakan sesuatu tanpa dalil) dan Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam telah berusaha menjaganya dari sikap yang berlebih-lebihan dan mengada-ada.
4. Agama Islam adalah agama yang sempurna tidak ada kurangnya.

6. HADITS KEENAM

عَنْ أَبِي عَبْدِ اللهِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيْرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : إِنَّ الْحَلاَلَ بَيِّنٌ وَإِنَّ الْحَرَامَ بَيِّنٌ وَبَيْنَهُمَا أُمُوْرٌ مُشْتَبِهَاتٌ لاَ يَعْلَمُهُنَّ كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ، فَمَنِ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ فَقَدْ اسْتَبْرَأَ لِدِيْنِهِ وَعِرْضِهِ، وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِي الْحَرَامِ، كَالرَّاعِي يَرْعىَ حَوْلَ الْحِمَى يُوْشِكُ أَنْ يَرْتَعَ فِيْهِ، أَلاَ وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى أَلاَ وَإِنَّ حِمَى اللهِ مَحَارِمُهُ أَلاَ وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ
[رواه البخاري ومسلم]

Terjemah hadits / ترجمة الحديث :
Dari Abu Abdillah Nu’man bin Basyir radhiallahuanhu dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Di antara keduanya terdapat perkara-perkara yang syubhat (samar-samar) yang tidak diketahui oleh orang banyak. Maka siapa yang takut terhadap syubhat berarti dia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. Dan siapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka akan terjerumus dalam perkara yang diharamkan. Sebagaimana penggembala yang menggembalakan hewan gembalaannya disekitar (ladang) yang dilarang untuk memasukinya, maka lambat laun dia akan memasukinya. Ketahuilah bahwa setiap raja memiliki larangan dan larangan Allah adalah apa yang Dia haramkan. Ketahuilah bahwa dalam diri ini terdapat segumpal daging, jika dia baik maka baiklah seluruh tubuh ini dan jika dia buruk, maka buruklah seluruh tubuh; ketahuilah bahwa dia adalah hati “.
(Riwayat Bukhori dan Muslim)

Catatan :
• Hadits ini merupakan salah satu landasan pokok dalam syari’at. Abu Daud berkata : Islam itu berputar dalam empat hadits, kemudian dia menyebutkan hadits ini salah satunya.

Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :
1. Termasuk sikap wara’ adalah meninggalkan syubhat .
2. Banyak melakukan syubhat akan mengantarkan seseorang kepada perbuatan haram.
3. Menjauhkan perbuatan dosa kecil karena hal tersebut dapat menyeret seseorang kepada perbuatan dosa besar.
4. Memberikan perhatian terhadap masalah hati, karena padanya terdapat kebaikan fisik.
5. Baiknya amal perbuatan anggota badan merupakan pertanda baiknya hati.
6. Pertanda ketakwaan seseorang jika dia meninggalkan perkara-perkara yang diperbolehkan karena khawatir akan terjerumus kepada hal-hal yang diharamkan.
7. Menutup pintu terhadap peluang-peluang perbuatan haram serta haramnya sarana dan cara ke arah sana.
8. Hati-hati dalam masalah agama dan kehormatan serta tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat mendatangkan persangkaan buruk.

7. HADITS KETUJUH

عَنْ أَبِي رُقَيَّةَ تَمِيْم الدَّارِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ . قُلْنَا لِمَنْ ؟ قَالَ : لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُوْلِهِ وَلأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِيْنَ وَعَامَّتِهِمْ .
[رواه البخاري ومسلم]

Dari Abu Ruqoyah Tamim Ad Daari radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Agama adalah nasehat, kami berkata : Kepada siapa ? beliau bersabda : Kepada Allah, kitab-Nya, Rasul-Nya dan kepada pemimpan kaum muslimin dan rakyatnya.
(Riwayat Bukhori dan Muslim)

Pelajaran :
1. Agama Islam berdiri tegak diatas upaya saling menasihati, maka harus selalu saling menasihati diantara masing-masing individu muslim.
2. Nasihat wajib dilakukan sesuai kemampuannya.

8. HADITS KEDELAPAN

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله عليه وسلم قَالَ : أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ، وَيُقِيْمُوا الصَّلاَةَ وَيُؤْتُوا الزَّكاَةَ، فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءُهُمْ وَأَمْوَالُـهُمْ إِلاَّ بِحَقِّ الإِسْلاَمِ وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللهِ تَعَالىَ
[رواه البخاري ومسلم ]

Terjemah hadits / ترجمة الحديث :
Dari Ibnu Umar radhiallahuanhuma sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada Ilah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah, menegakkan shalat, menunaikan zakat. Jika mereka melakukan hal itu maka darah dan harta mereka akan dilindungi kecuali dengan hak Islam dan perhitungan mereka ada pada Allah Subhanahu wata'ala.
(Riwayat Bukhori dan Muslim)

Catatan :
Hadits ini secara praktis dialami zaman kekhalifahan Abu Bakar As-Shiddiq, sejumlah rakyatnya ada yang kembali kafir. Maka Abu Bakar bertekad memerangi mereka termasuk di antaranya mereka yang menolak membayar zakat. Maka Umar bin Khottob menegurnya seraya berkata : “ Bagaimana kamu akan memerangi mereka yang mengucapkan Laa Ilaaha Illallah sedangkan Rasulullah telah bersabda : Aku diperintahkan…..(seperti hadits diatas)” . Maka berkatalah Abu Bakar : “Sesungguhnya zakat adalah haknya harta”, hingga akhirnya Umar menerima dan ikut bersamanya memerangi mereka.

Pelajaran yang terdapat dalam hadits / الفوائد من الحديث :
1. Maklumat peperangan kepada mereka yang musyrik hingga mereka selamat.
2. Diperbolehkannya membunuh orang yang mengingkari shalat dan memerangi mereka yang menolak membayar zakat.
3. Tidak diperbolehkan berlaku sewenang-wenang terhadap harta dan darah kaum muslimin.
4. Diperbolehkannya hukuman mati bagi setiap muslim jika dia melakukan perbuatan yang menuntut dijatuhkannya hukuman seperti itu seperti : Berzina bagi orang yang sudah menikah (muhshan), membunuh orang lain dengan sengaja dan meninggalkan agamanya dan jamaahnya .
5. Dalam hadits ini terdapat jawaban bagi kalangan murji’ah yang mengira bahwa iman tidak membutuhkan amal perbuatan.
6. Tidak mengkafirkan pelaku bid’ah yang menyatakan keesaan Allah dan menjalankan syari’atnya.
7. Didalamnya terdapat dalil bahwa diterimanya amal yang zhahir dan menghukumi berdasarkan sesuatu yang zhahir sementara yang tersembunyi dilimpahkan kepada Allah.
9. HADITS KESEMBILAN

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ صَخْر رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ : مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوْهُ، وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ، فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِيْنَ مَنْ قَبْلَكُمْ كَثْرَةُ مَسَائِلِهِمْ وَاخْتِلاَفُهُمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ .
[رواه البخاري ومسلم]

Terjemah hadits / ترجمة الحديث :
Dari Abu Hurairah Abdurrahman bin Sakhr radhiallahuanhu dia berkata : Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Apa yang aku larang hendaklah kalian menghindarinya dan apa yang aku perintahkan maka hendaklah kalian laksanakan semampu kalian. Sesungguhnya kehancuran orang-orang sebelum kalian adalah karena banyaknya pertanyaan mereka (yang tidak berguna) dan penentangan mereka terhadap nabi-nabi mereka.
(Bukhori dan Muslim)


Pelajaran :
1. Wajibnya menghindari semua apa yang dilarang oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam.
2. Siapa yang tidak mampu melakukan perbuatan yang diperintahkan secara keseluruhan dan dia hanya mampu sebagiannya saja maka dia hendaknya melaksanakan apa yang dia mampu laksanakan.
3. Allah tidak akan membebankan kepada seseorang kecuali sesuai dengan kadar kemampuannya.
4. Perkara yang mudah tidak gugur karena perkara yang sulit.
5. Menolak keburukan lebih diutamakan dari mendatangkan kemaslahatan.
6. Larangan untuk saling bertikai dan anjuran untuk bersatu dan bersepakat.
7. Wajib mengikuti Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam, ta’at dan menempuh jalan keselamatan dan kesuksesan.
8. Al Hafiz berkata : Dalam hadits ini terdapat isyarat untuk menyibukkan diri dengan perkara yang lebih penting yang dibutuhkan saat itu ketimbang perkara yang saat tersebut belum dibutuhkan.


10. HADITS KESEPULUH

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ اللهَ تَعَالَى طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّباً، وَإِنَّ اللهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِيْنَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِيْنَ فَقَالَ تَعَالَى : ,يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحاً - وَقاَلَ تَعَالَى : , يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ - ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ ياَ رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِّيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لَهُ .[رواه مسلم]

Terjemah hadits / ترجمة الحديث :
Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu dia berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya Allah ta’ala itu baik, tidak menerima kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah memerintahkan orang beriman sebagaimana dia memerintahkan para rasul-Nya dengan firmannya : Wahai Para Rasul makanlah yang baik-baik dan beramal shalihlah. Dan Dia berfirman : Wahai orang-orang yang beriman makanlah yang baik-baik dari apa yang Kami rizkikan kepada kalian. Kemudian beliau menyebutkan ada seseorang melakukan perjalan jauh dalam keadaan kumal dan berdebu. Dia memanjatkan kedua tangannya ke langit seraya berkata : Yaa Robbku, Ya Robbku, padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram dan kebutuhannya dipenuhi dari sesuatu yang haram, maka (jika begitu keadaannya) bagaimana doanya akan dikabulkan.
(Riwayat Muslim).

Pelajaran :
1. Dalam hadits diatas terdapat pelajaran akan sucinya Allah ta’ala dari segala kekurangan dan cela.
2. Allah ta’ala tidak menerima kecuali sesuatu yang baik. Maka siapa yang bersedekah dengan barang haram tidak akan diterima.
3. Sesuatu yang disebut baik adalah apa yang dinilai baik disisi Allah ta’ala.
4. Berlarut-larut dalam perbuatan haram akan menghalangi seseorang dari terkabulnya doa.
5. Orang yang maksiat tidak termasuk mereka yang dikabulkan doanya kecuali mereka yang Allah kehendaki.
6. Makan barang haram dapat merusak amal dan menjadi penghalang diterimanya amal perbuatan.
7. Anjuran untuk berinfaq dari barang yang halal dan larangan untuk berinfaq dari sesuatu yang haram.
8. Seorang hamba akan diberi ganjaran jika memakan sesuatu yang baik dengan maksud agar dirinya diberi kekuatan untuk ta’at kepada Allah.
9. Doa orang yang sedang safar dan yang hatinya sangat mengharap akan terkabul.
10. Dalam hadits terdapat sebagian dari sebab-sebab dikabulkannya do’a : Perjalanan jauh, kondisi yang bersahaja dalam pakaian dan penampilan dalam keadaan kumal dan berdebu, mengangkat kedua tangan ke langit, meratap dalam berdoa, keinginan kuat dalam permintaan, mengkonsumsi makanan, minuman dan pakaian yang halal.

11. HADITS KESEBELAS


عَنْ أَبِي مُحَمَّدٍ الْحَسَنُ بْنُ عَلِي بْنِ أبِي طَالِبٍ سِبْطِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَيْحَانَتِهِ رَضِيَ الله عَنْهُمَا قَالَ : حَفِظْتُ مِنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؛ دَعْ مَا يَرِيْبُكَ إِلَى مَا لاَ يَرِيْبُكَ .
[رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح]

Terjemah hadits:
Dari Abu Muhammad Al Hasan bin Ali bin Abi Thalib, cucu Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dan kesayangannya dia berkata : Saya menghafal dari Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam (sabdanya): Tinggalkanlah apa yang meragukanmu kepada apa yang tidak meragukanmu.
(Riwayat Turmuzi dan dia berkata: Haditsnya hasan shoheh)

Pelajaran:
1. Meninggalkan syubhat dan mengambil yang halal akan melahirkan sikap wara’.
2. Keluar dari ikhtilaf ulama lebih utama karena hal tersebut lebih terhindar dari perbuatan syubhat, khususnya jika diantara pendapat mereka tidak ada yang dapat dikuatkan.
3. Jika keraguan bertentangan dengan keyakinan maka keyakinan yang diambil.
4. Sebuah perkara harus jelas berdasarkan keyakinan dan ketenangan. Tidak ada harganya keraguan dan kebimbangan.
5. Berhati-hati dari sikap meremehkan terhadap urusan agama dan masalah bid’ah.
6. Siapa yang membiasakan perkara syubhat maka dia akan berani melakukan perbuatan yang haram.

12. HADITS KEDUA BELAS

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ
[حديث حسن رواه الترمذي وغيره هكذا]

Terjemah hadits :
Dari Abu Hurairah radhiallahunhu dia berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Merupakan tanda baiknya Islam seseorang, dia meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya .
(Hadits Hasan riwayat Turmuzi dan lainnya)

Pelajaran:
1. Termasuk sifat-sifat orang muslim adalah dia menyibukkan dirinya dengan perkara-perkara yang mulia serta menjauhkan perkara yang hina dan rendah.
2. Pendidikan bagi diri dan perawatannya dengan meninggalkan apa yang tidak bermanfaat didalamnya.
3. Menyibukkkan diri dengan sesuatu yang tidak bermanfaat adalah kesia-siaan dan merupakan pertanda kelemahan iman.
4. Anjuran untuk memanfaatkan waktu dengan sesuatu yang manfaatnya kembali kepada diri sendiri bagi dunia maupun akhirat.
5. Ikut campur terhadap sesuatu yang bukan urusannya dapat mengakibatkan kepada perpecahan dan pertikaian diantara manusia.

Kamis, 10 April 2008

6 indikator pengelolaan kelas yang berhasil

Pembaca sekalian, tulisan ini dibuat menyambut respon dari Ibu Ayu yang menanyakan mengenai indikator pengelolaan kelas yang berhasil. Uniknya melalui upaya menjawab pertanyaan beliau saya malah mendapat hal-hal yang baru. Salah satu yang membuat saya terkejut adalah perihal memberikan siswa konsekuensi, yang ternyata sama dengan mengancam siswa. Semuanya saya dapat dari situs teachers.net. silahkan menikmati indikator-indikator berikut ini.
1. Guru mengerti perbedaan antara mengelola kelas dan mendisiplinkan kelas
2. Sebagai guru jika anda pulang ke rumah tidak dalam keadaan yang sangat lelah.
3. Guru mengetahui perbedaan antara prosedur kelas (apa yang guru inginkan terjadi contohnya cara masuk kedalam kelas, mendiamkan siswa, bekerja secara bersamaan dan lain-lain ) dan rutinitas kelas (apa yang siswa lakukan secara otomatis misalnya tata cara masuk kelas, pergi ke toilet dan lain-lain). Ingat prosedur kelas bukan peraturan kelas.
4. Guru melakukan pengelolaan kelas dengan mengorganisir prosedur-prosedur, sebab prosedur mengajarkan siswa akan pentingnya tanggung jawab.
5. Guru tidak mendisiplinkan siswa dengan ancaman-ancaman, dan konsekuensi.(stiker, penghilangan hak siswa dan lain-lain)
6. Guru mengerti bahwa perilaku siswa di kelas disebabkan oleh sesuatu, sedangkan disiplin bisa dipelajari
Ada dua hal yang membedakan antara guru yang berhasil dengan yang tidak.
1. Guru yang kurang berhasil menghabiskan hari-hari pertama di tahun ajaran dengan langsung mengajarkan subyek mata pelajaran kemudian sibuk mendisiplinkan siswa selama setahun penuh.
2. Guru yang efektif menghabiskan dua minggu pertama ditahun ajaran dengan meneguhkan prosedur.
Ditulis dalam
Hubungan sekolah dengan masyarakat, Kurikulum Baru (KTSP), Manajemen kelas, Pengajaran/pembelajaran khusus mapel, Pengembangan kebijakan sekolah, Pengetahuan tentang Mapel, Penilaian siswa yang berkaitan , , , , , & Komentar

Jumat, 28 Maret 2008

Kenalan dengan Keluagaku : ARIF'S FAMILY


Ini anakku yang ketiga(Fitriyah Hafizah, 2.5 tahun)

Keluargaku (cantik2 kan, yang tengan istriku, Kiri bawah anaku pertama Athiya Afifah, 5.7 tahun, kanan-kiri adik kandungku masih single loh, siapa berminat? hubungi saya ...arifkomariah@yahoo.co.id.)


Ini jaguan pertamaku
(anakku kedua, M.Zaki Mujahid,4.2 tahun)






Belajar membuat Blog: ternyata MUDAH!

Sabtu, 29 Maret 2008,
BISMILLAHIRAHMAANIRRAHIIM. tepat pukul 08.00 akau belajar membuat BLOG. Dengan motivasi menambah ilmu dan keterampilan komputer, aku kuatkan azamku dan luaskan daya tampung kemapuanku memperluas tsaqofah dalam bidang ilmu maya.
Di awal sesion, aku membuat alamat gmail dan alamat blogku.
ALHAMDULILLAH

Aku Rindu Manisnya Iman

"Ada tiga hal, yang jika tiga hal itu ada pada seseorang, maka dia akan merasakan manisnya iman. (Yaitu); Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya; Mencintai seseorang, dia tidak mencintainya kecuali karena Allah; Benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkan darinya, sebagaimana bencinya jika dicampakkan ke dalam api." (Muttafaqun 'alaih)
Tiga hal yang akan menjadikan seseorang merasakan manisnya iman, menurut hadits di atas yang bersumber dari Anas ra, adalah:
1. Mengutamakan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya dari yang lainnya;
2. Tidak mencintai seseorang kecuali karena Allah, dan
3. Takut akan kembali kepada kekufuran sebagaimana takutnya dilemparkan ke dalam neraka.

Iman dan keyakinan bagi seseorang adalah sesuatu yang mutlak diperlukan. Hidup tanpa iman akan terasa hampa, tiada arti dan makna. Sebab tanpa iman seseorang tidak tahu untuk apa dia hidup, mau diapakan kehidupan ini, dan bagaimana setelah hidup. Hidup jadi terombang-ambing oleh situasi dan keadaan. Ke mana arah angin bertiup ke sanalah mereka pergi.
Oleh karena itu iman adalah sumber ketenangan, sumber kebahagiaan, sumber kenikmatan dan kelezatan. Orang yang tak memiliki iman hidupnya dipenuhi oleh kegoncangan. Tidak stabil. Kadang bergembira ria, tapi dalam waktu yang dekat bersedih hati hingga merana, meratap, menangis, histeris. Saat gembira lupa daratan, saat terkena musibah putus asa. Begitulah corak hidup orang yang tak memiliki iman.
"Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia membelakangi dengan sikap sombong, dan apabila ditimpa kesusahan niscaya dia berputus asa." (QS. Al-Israa': 83)
Sebaliknya, orang yang hatinya dipenuhi dengan iman hidupnya selalu tenang. Di saat mendapatkan karunia Allah, tidak lupa daratan, tetap merasakan bahwa kenikmatan ini semata-mata dari Allah, karenanya perlu dinikmati, juga disyukuri. Jika terkena musibah atau bencana, maka ia tetap menyadari bahwa semua ini datangnya dari Allah.
Salah satu ciri dari kehidupan orang yang beriman itu adalah tenang. Hidupnya tidak diwarnai dengan kesedihan yang berlebihan, tidak juga kegembiraan yang luar biasa. Tetap optimis menghadapi setiap kondisi. Tidak lekas putus asa, sebab dia yakin bahwa Allah berkuasa atas segala sesuatu. Allah kuasa pula mengubah keadaan sewaktu-waktu. Kekuasaan itu terletak di tangan-Nya secara mutlak.
"Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah, di samping keimanan mereka (yang sudah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi, dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (QS. Al-Fath: 4)
Anatar iman dan ketenangan punya korelasi yang positip. Jika iman ada, ketenangan musti tumbuh. Jika ketenangan tumbuh di hati seseorang, maka iman akan semakin bertambah. Pertambahan iman akan menambah ketenangan. Dan begitu seterusnya.
Karenanya iman itu pasti dapat dinikmati, bahkan iman adalah kenikmatan yang paling tinggi. Tidak ada kenikmatan yang melebihi iman. Tiada kelezatan yang mengungguli iman. Karenanya bersyukurlah kita yang telah memiliki iman.
Adalah sesuatu yang tidak wajar bila ada orang yang mengaku beriman, tapi hidupnya tidak tenang, tidak merasakan kenikmatan. Orang yang demikian mungkin saja beriman secara salah, atau mungkin iman itu belum sampai menancap dalam dada. Bibirnya saja yang mengaku beriman, sementara hatinya kosong melompong.
Berikut ini ada beberapa amalan utama yang menjadikan seseorang dapat merasakan kelezatan iman. Barang siapa yang hatinya dipenuhi dengan keutamaan ini, dipastikan dapat merasakan manisnya iman. Ada tiga hal yang perlu kita upayakan.
Mengutamakan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya melebihi yang lain.
Cinta memang urusan perasaan, tetapi tanda-tandanya nampak dalam perbuatan. Mengaku cinta tanpa memberikan bukti nyata, namanya cinta dusta. Bila persoalannya dengan sesama manusia, kelanjutannya bisa ke pengadilan. Tetapi dalam hubungan dengan Allah, bisa berakibat tertolaknya semua amalan, karena disinyalir imannya bukan iman betulan. Bukti cinta di antaranya adalah dengan menomorsatukan yang dicintai. Selama belum mengutamakan syariat Allah dalam kehidupannya, pengakuan cinta seorang muslim terhadap Allah masih diragukan.
Padahal tanpa dilandasi cinta, pelaksanaan ibadah yang penuh pengabdian, pengorbanan yang disertai keikhlasan tidak akan pernah terjadi. Tanpa cinta, pelaksanaan syariat hanya akan terasa sebagai beban. Ibarat seseorang yang harus memberikan pertolongan di saat terjadi kecelakaan, bila si korban adalah orang yang dicintai, tentu pengorbanan yang diberikan akan terasa lain dibanding bila terhadap orang lain. Begitulah seharusnya membuktikan cinta kepada Allah, yakni dengan begitu gembira, dengan penuh semangat menyambut segala aturan syariat. Tidak ada yang bisa menghalangi, untuk urusan yang menyangkut terlaksananya aturan-aturan Allah dimuka bumi.
Adapun cinta kepada Rasulullah, adalah manifestasi langsung dari kecintaan kepada Allah. Karena lewat Rasul-Nya-lah ajaran Allah sampai kepada segenap manusia. Dan, Rasulullah adalah syariat Allah yang hidup, yang bisa diteladani, ditiru segala sesuatunya. Ajaran-ajaran Islam yang lebih detail, tidak selalu termuat di dalam firman Allah, tetapi bisa dicontohkan langsung pada kehidupan Rasul. Mencintai Rasulullah adalah juga salah satu bukti kecintaan kepada Allah, dan merupakan syarat mutlak bisa terlaksananya aturan-aturan syariat.
Cinta karena Allah
Setelah menempatkan Allah pada urutan pertama yang dicintai, sangatlah wajar bila kelanjutannya adalah mencintai segala sesuatu karena Dia semata. Segala hal yang tidak dicintai-Nya harus dibenci. Dan segala sesuatu yang menjadi kecintaan-Nya, seharusnyalah dicintai. Sebab, bagaimana bisa dikatakan cinta, bila ternyata yang dibenci-Nya itu justru yang menjadi kesenangan kita.
Mencintai segala sesuatu karena Allah, tidaklah akan menghalangi manusia dari kehidupan yang wajar. Justru itulah cara hidup yang paling alamiah. Karena Allah senantiasa menyukai yang baik-baik. Segala sesuatu yang dicintai-Nya pasti baik dan membawa manfaat, bahkan bukan hanya untuk pribadi melainkan juga untuk masyarakat banyak. Sementara yang dibenci Allah adalah sebaliknya, yang tentu saja akan membawa bencana bagi kehidupan manusia dan dunia.
Kadang ada orang yang beralasan, secara fitrah ia sudah menyukai kebenaran dan segala yang baik-baik. Lalu, dengan gegabah ia menyatakan sudah menunjukkan bukti kecintaan kepada Tuhan tanpa harus bersusah payah melaksanakan aturannya yang memberatkan. Orang demikian adalah omong kosong, karena ia mencintai sesuatu bukan didasarkan pada cintanya kepada Allah melainkan pada perasaannya sendiri, pada nafsunya. Nafsunya itulah yang menjadi tuhannya. Buktinya, perintah Allah sekalipun, asal dirasa memberatkan, tidak akan dilakukan. Inilah justru bukti kekafiran yang paling jelas.
Cinta kepada Allah akan melandasi segala tingkah laku seseorang dalam bermasyarakat. Memilih sahabat, lingkungan, istri, pekerjaan, pemimpin, dan semuanya selalu dilandasi pada kecintaan kepada Allah. Mereka yang termasuk dalam kategori orang yang dibenci Allah, tidak akan diambil menjadi orang dekat, apalagi dipentingkan.
Takut kembali kepada kekufuran
Begitu menjadi muslim, kita harus mengucapkan selamat tinggal kepada kejahiliyahan, selamat tinggal tradisi lama, selamat tinggal segala yang berbau budaya jahiliyah. Kita kubur dalam-dalam masa silam. Kini yang ada hanya Islam. Kita mulai sejarah baru, hidup baru, ketentuan baru dan segalanya yang serba baru.
Tak perlu ragu-ragu, sebab kita yakin Islamlah yang akan mengantar kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Kita mungkin satu saat bisa mengharapkan keuntungan besar dari bisnis yang kita lakukan. Tetapi apalah gunanya bila itu tidak bisa menolong nasib kita di akhirat?
Untuk bisa berbisnis, berbuat, berkarya, mengajarkan ilmu, mendidik dan lain-lain dengan sukses sekaligus punya arti untuk kehidupan akhirat, Islamkan dulu perilaku kita. Tinggalkan kehidupan jahili selekas-lekasnya, dan jangan kembali lagi. Takutlah kepada kekufuran sebagaimana takutnya kita dimasukkan ke dalam api neraka yang menyala-nyala.
Di samping sebagai bukti cinta, sikap meninggalkan kekufuran itu juga akan menjadikan kita mampu merasakan manisnya iman. Artinya, kita justru merasa bahagia, beruntung, senang, dengan meninggalkannya.Selama kita masih merasa eman meninggalkan kekufuran, maka cinta kita kepada Allah belum tulus. Dan, itu akan mempengaruhi perasaan kita, yang justru merasa tertekan dengan segala atribut Islam.